GIF by zolloc
More you might like
Video: Unggul Kardjono (@djorkano)
Musik: “Fidelitas Cinta” oleh Harlan dalam Album Fidelitas Cinta.
https://play.visualjalanan.org/fidelitas-cinta
Video: Mahardika Yudha
Musik: “Batu Ambulan”, Harlan dalam Album Fidelitas Cinta.
https://play.visualjalanan.org/fidelitas-cinta
Kumpulan graffiti dan hal-hal menarik lainnya yang kutemukan saat sedang berjalan dari Pallasstraße ke Goebenstraße ke Yorckstraße lalu balik lagi.
Yang paling menarik tentu adalah sebuah seni patung interaktif karya Benoit Maubrey. Di pinggir jalan, tepat di depan blok apartemen terdapat sebuah struktur yang terbuat dari 350 pengeras suara bekas. Siapapun dapat mengakses pengeras suara tersebut dengan cara:
- Menelepon nomor yang tertera di papan informasi di samping, suaranya kemudian akan disiarkan lewat pengeras suara selama maksimal 3 menit,
- Menghubungkan ponsel lewat bluetooth
- Menghubungkan ponsel secara langsung dengan line-in, dan
- Mengunggah postingan di Twitter dengan tagar #speakersarena, kemudian postingan tersebut akan dibacakan lewat pengeras suara.
Karya seni patung ini dapat digunakan hanya dari jam 11 pagi hingga jam 7 malam saja, mungkin agar tidak mengganggu warga setempat. Saat aku mencoba mengoneksikan ponselku dengan bluetooth, memang bekerja walaupun suaranya tidak terlalu lantang. Saat kucek ternyata dari 350 pengeras suara tersebut yang bekerja hanya 10% – 20%. Walau begitu, cukup menyenangkan bisa duduk-duduk juga di atas karyanya.
Implementasi karya interaktif ini luas, sebab siapapun, dimanapun, dapat menggunakannya untuk menyiarkan apapun. Juga karya ini tahan air, buktinya seminggu terakhir di Berlin hampir tiap hari hujan dan karya ini masih berfungsi. Karya ini akan ada di Pallasstraße sampai tanggal 27 Oktober 2019. Benoit Maubrey adalah seniman kelahiran Amerika yang banyak berkarya di ranah seni patung elektroakustik sampai performans. Salah satu karya lainnya yang menarik adalah Audio Ballerinas.
Hal lain yang juga menarik adalah tumpukan baju dan sepatu bekas yang berlimpahan keluar dari boks pengumpul sepatu dan baju bekas. Karena aku tidak pernah melihat ada truk atau orang yang mengumpulkan isi boks-boks tersebut, mungkin cara yang paling efektif memang adalah meninggalkan baju dan sepatu bekas di luar boks tersebut. Lucunya boks dan tumpukan tersebut terletak di sebelah toko Kik, yang banyak menjual pakaian.

Aku juga berhasil menemukan dua graffiti dari kru asal Berlin, 1UP. Mereka adalah kru graffiti yang sangat terkenal di dunia dan karyanya dapat ditemukan dimana-mana, sampai ada “grup KW-an”nya.
Di luar toko mebel Schimala terdapat barang-barang yang diberikan gratis, antara lain; buku, gelas, dan kontainer plastik. Aku sendiri mengambil beberapa buku dan kontainer.
Saat berjalan balik ke arah stasiun Nollendorfplatz, di Pallasstraße kutemukan spanduk-spanduk di luar gedung yang berteriak “POTSE BLEIBT!” atau “POTSE TETAP TINGGAL!”. Potse adalah sebuah house project semacam Liebig34, Køpi, dan Syndikat, sering mengadakan konser alternatif, punk, elektronik, serta mengadakan demonstrasi yang memprotes gentrifikasi yang sedang terjadi di Berlin.
Pallasstraße ke Goebenstraße ke Yorckstraße Lalu Balik Lagi. oleh Raras Umaratih Kumpulan graffiti dan hal-hal menarik lainnya yang kutemukan saat sedang berjalan dari Pallasstraße ke Goebenstraße ke Yorckstraße lalu balik lagi.visualinsite - Praha, Republik Ceko

Praha, visualjalanan.org. 16-19 Mei 2019, © Foto: Andang Kelana.
Edisi pertama Biennale Matter of Art akan diadakan pada Juni – Agustus 2020 di Praha, Republik Ceko. Program-program diskusi, simposium dan residensi seni pun diadakan dalam rangkaian menuju biennale ini nanti. Forum Lenteng diwakili oleh saya sendiri, Andang Kelana(Sekretaris-Jenderal Forum Lenteng), diundang dalam…
